<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indonesia :: One and Only &#187; Tourism</title>
	<atom:link href="http://www.1ndonesia.info/category/sector/tourism/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.1ndonesia.info</link>
	<description>Igniting Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Mar 2010 02:44:47 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Menjadi Minoritas di Pesawat Garuda</title>
		<link>http://www.1ndonesia.info/2008/09/menjadi-minoritas-di-pesawat-garuda/</link>
		<comments>http://www.1ndonesia.info/2008/09/menjadi-minoritas-di-pesawat-garuda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 09:53:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tourism]]></category>
		<category><![CDATA[Transportation]]></category>
		<category><![CDATA[Airlines]]></category>
		<category><![CDATA[Garuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.1ndonesia.info/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Senin, 1 September 2008 &#8211; 16:19 WIB
Sumber: Okezone
PAGI itu saya dan istri bangun kesiangan, sehingga kami menjadi penumpang terakhir yang melakukan check-in di perusahaan penerbangan Garuda di Melbourne.
Karena itu saya tidak punya bayangan seberapa padat pesawat yang akan saya naiki. Sebagai penumpang terakhir, saya melewati aerobridge yang sebenarnya untuk kelas bisnis, meskipun tiket saya kelas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Senin, 1 September 2008 &#8211; 16:19 WIB</p>
<p>Sumber:<a title="Garuda Indonesia" href="http://economy.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/09/01/212/141812/menjadi-minoritas-di-pesawat-garuda"> Okezone</a></p>
<p>PAGI itu saya dan istri bangun kesiangan, sehingga kami menjadi penumpang terakhir yang melakukan <em>check-in</em> di perusahaan penerbangan Garuda di Melbourne.</p>
<p>Karena itu saya tidak punya bayangan seberapa padat pesawat yang akan saya naiki. Sebagai penumpang terakhir, saya melewati <em>aerobridge</em> yang sebenarnya untuk kelas bisnis, meskipun tiket saya kelas ekonomi.</p>
<p>Yang membuat saya tertegun adalah di kelas bisnis tersebut pesawat Garuda kita penuh dengan penumpang, dan sebagian besar penumpang asing. Begitu saya menyusuri lorong menuju kelas ekonomi, saya semakin heran karena kelas ini pun dipadati penumpang.<span id="more-187"></span><br />
Rasanya penerbangan pagi itu, tanggal 24 Agustus 2008, tingkat kepadatan penumpang GA 719 hampir mencapai 100%, suatu prestasi tersendiri. Saya terbiasa berada di tengah-tengah warga Indonesia jika saya mengendarai pesawat Garuda. Tetapi dalam penerbangan ini saya dan istri sungguh menjadi minoritas.</p>
<p>Sebagian terbesar penumpang adalah warga negara Australia yang tampaknya hendak mengisi waktu mereka berlibur ke Bali. Pesawat Airbus A 330-300 dalam konfigurasi Garuda memuat 293 penumpang bisnis dan ekonomi.</p>
<p>Jika 90% dari penumpang adalah warga negara Australia, maka dalam satu penerbangan itu saja Garuda sudah menyumbangkan wisatawan sebanyak sekitar 250 orang, suatu jumlah yang mampu mengisi hotel kelas sedang.</p>
<p>Rasanya sangat tebal di pikiran kita bahwa perusahaan penerbangan BUMN kita, yaitu Garuda, adalah perusahaan penerbangan yang hanya laku di pasar domestik saja. Begitu perusahaan tersebut melangkah ke luar negeri, otomatis pesawatnya akan banyak kosong sehingga tidak menghasilkan keuntungan yang diharapkan, bahkan mengalami kerugian.</p>
<p>Karena itu pemandangan yang saya alami sendiri tersebut merupakan suatu bukti konkret dari upaya perusahaan penerbangan kita dalam menjaring pasar yang lebih luas dari sekadar pasar domestik. Perbandingan ini akan menjadi lebih lengkap kalau saya bisa menyaksikan penerbangan Garuda di tujuan yang lain, baik ke Asia Timur maupun ke Timur Tengah.<br />
<strong><br />
Kualitas Pelayanan dan &#8220;Generousity&#8221;<br />
</strong><br />
Dalam penerbangan tersebut saya mengamati bahwa para awak kabin umumnya ramah dan memiliki self confidence yang tinggi. Barangkali perasaan semacam ini mereka miliki karena mereka sadar bahwa pelayanan mereka untuk memuaskan para penumpang cukup tersedia. Penerbangan dari Melbourne ke Denpasar ditempuh dalam waktu 5 jam dan 46 menit.</p>
<p>Dalam jangka waktu yang relatif pendek itu para penumpang disuguhi makanan sampai tiga kali. Yang pertama adalah minuman dengan snack. Tidak lama kemudian penumpang dihidangi makan siang. Satu jam sebelum penerbangan berakhir, para awak kabin menyajikan minuman dengan es krim.</p>
<p>Suatu pelayanan yang bisa dikatakan sangat memadai untuk jarak tempuh selama itu. Akan tetapi, yang menarik perhatian adalah bebasnya para penumpang meminta minuman ke awak kabin. Mereka bisa meminta satu kaleng penuh minuman dingin seperti Coca-Cola atau bahkan sekaleng bir.</p>
<p>Saya menandai, jika permintaan cukup banyak, awak kabin kemudian menyiapkan minuman dan diedarkan kepada semua penumpang. Selebihnya, para penumpang meminta minuman ke awak kabin baik dengan memencet tombol maupun datang sendiri ke tempat minuman tersebut.</p>
<p>Saya melihat banyak penumpang yang meminta bir dan tidak hanya sekali saja. Ini berarti ada sikap &#8220;generous&#8221; yang dikembangkan oleh perusahaan penerbangan kita dan tidak membatasi jumlah permintaan dari pelanggannya. Dalam pembicaraan saya dengan awak kabin terungkap bahwa Garuda memang menyiapkan minuman dalam jumlah yang sangat memadai.</p>
<p>Untuk Bir Bintang saja, jumlah yang mereka bawa sangat mungkin untuk memenuhi permintaan seluruh penumpang. Karena banyak yang tidak minum bir, muncul kesempatan bagi penumpang untuk meminta minuman tersebut lebih dari satu kaleng.</p>
<p>Awak kabin akan membatasi pemberian bir agar para penumpang tidak mabuk, bukan karena kebijakan untuk menghemat. Pada saat saya berjalan-jalan di koridor dek belakang, terasa betul suasana liburan sudah terbangun di pesawat tersebut.</p>
<p>Mereka bergerombol dan bercerita secara meriah, sedangkan di tangan mereka ada sekaleng Bir Bintang. Suasana ini sungguh menarik dalam membangun suasana yang lebih intens pada saat mereka nantinya berada di Bali, baik di Kuta, Ubud, maupun tempat-tempat lain.</p>
<p>Suasana semacam ini mampu dibangun oleh awak kabin Garuda dengan baik, sehingga pada akhirnya terbangun suatu &#8220;komunitas&#8221; di pesawat itu. Rasanya penciptaan suasana semacam ini sangat efektif dalam pemasaran perusahaan penerbangan ini dari mulut ke mulut. Para penumpang yang terpuaskan pasti akan bercerita betapa penerbangan mereka dengan Garuda merupakan suatu pengalaman yang indah.</p>
<p><strong>Membangun Garuda yang Semakin Kuat</strong></p>
<p>Merupakan suatu hal yang menarik untuk mengamati perkembangan usaha perusahaan penerbangan pelat merah ini. Dari sebuah perusahaan penerbangan yang senantiasa dirundung rugi dan dikejar &#8220;debt collector&#8221;, Garuda mulai menunjukkan kebangkitan yang menarik.</p>
<p>Laporan keuangan perusahaan menghasilkan laba yang semakin lama semakin besar. Perubahan itu terjadi hanya dalam hitungan beberapa tahun saja. Bahkan pada saat perusahaan penerbangan global lain diimpit kerugian maupun penurunan keuntungan karena naiknya harga bahan bakar, Garuda justru menunjukkan daya tahannya. Satu hal yang juga saya lihat menarik adalah strategi penetapan rute. Pontianak adalah satu kasus yang menarik.</p>
<p>Garuda pernah menerbangi kota tersebut beberapa tahun yang lalu. Namun kemudian Garuda tampaknya mengalami persaingan tajam oleh Batavia Air dan perusahaan penerbangan swasta lain, sehingga mereka akhirnya menutup rute ini. Namun, pada 2008 terjadi perkembangan yang menarik.</p>
<p>Awalnya mereka membuka kembali rute ke Pontianak dengan satu penerbangan. Beberapa bulan kemudian mereka tambah menjadi dua kali sehari. Terakhir mereka tambah lagi sehingga saat ini menjadi tiga penerbangan dalam satu hari. Itu semua terjadi dalam hitungan tahun yang sama.</p>
<p>Dalam pengalaman kami terbang ke kota tersebut, jumlah penumpang Garuda cukup padat, meski harganya sedikit di atas para pesaingnya. Tampaknya Garuda mampu memunculkan diri sebagai premium airline, sehingga dengan diferensiasi harga seperti itu jumlah penumpang tidak berkurang.</p>
<p>Saya merasa bangga terbang dengan Garuda dari Melbourne ke Denpasar. Rasanya sudah waktunya perusahaan ini menyiapkan diri untuk ekspansi lebih cepat. Penerbangan ke Pontianak yang cukup laris, misalnya, dewasa ini hanya dilayani 3 kali seminggu.</p>
<p>Jika armada Garuda dapat diperkuat, maka kemampuan perusahaan untuk berkembang juga akan semakin besar. Kementerian BUMN rasanya sudah waktunya mendorong perusahaan ini lebih jauh sehingga sungguh menjadi kekuatan regional yang dihormati.<br />
<strong></p>
<p>Cyrillus Harinowo<br />
Rektor ABFII Perbanas</strong><!-- finish detail --> <strong> (sindo//jri)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.1ndonesia.info/2008/09/menjadi-minoritas-di-pesawat-garuda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TSA declared Bali International Airport Safe</title>
		<link>http://www.1ndonesia.info/2008/08/tsa-declared-bali-international-airport-safe/</link>
		<comments>http://www.1ndonesia.info/2008/08/tsa-declared-bali-international-airport-safe/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 03:04:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Tourism]]></category>
		<category><![CDATA[Transportation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.1ndonesia.info/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[06/20/08 14:16
Makassar (ANTARA News) &#8211; The US Transportation Security Administration (TSA) has declared Bali`s Ngurah Rai International Airport safe for US airlines, a state airport management company official said.
“Only Ngurah Rai Airport in Bali is recognized by TSA. Therefore, we hope more US airlines will fly to Bali,” Bambang Darwoto, president director of state airport [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="date">06/20/08 14:16</p>
<p><!-- google_ad_section_start -->Makassar (<a href="http://www.antara.co.id/en/arc/2008/6/20/tsa-considers-ngurah-rai-airport-safe-for-us-airliner/">ANTARA News</a>) &#8211; The US Transportation Security Administration (TSA) has declared Bali`s Ngurah Rai International Airport safe for US airlines, a state airport management company official said.</p>
<p>“Only Ngurah Rai Airport in Bali is recognized by TSA. Therefore, we hope more US airlines will fly to Bali,” Bambang Darwoto, president director of state airport management company PT Angkasa Pura I, said here Friday.<span id="more-143"></span><br />
He said TSA had twice inspected conditions at Ngurah Rai Airport which serves more than seven million domestic and international passengers every year.</p>
<p>TSA conducted the first inspection at Ngurah Rai in 2005 and found that the airport did not meet international aviation security standards. Soon after the TSA inspection, the US government issued a travel warning on Indonesia.</p>
<p>But after the Indonesian government had overcome several shortcomings at Ngurah Rai Airport, TSA conducted another inspection recently and declared the airport safe for US airlines.</p>
<p>Consequently, the US State Department on May 23, 2008 announced the lifting of its travel warning on Indonesia after determining that the security climate in the country no longer warranted the warning.</p>
<p>The US lifted the warning due to objective improvements made by Indonesia in its  security situation.</p>
<p>“Therefore, the number of Americans visiting Bali is now increasing following the reopening of US Continental Airlines flights from Guam to Denpasar three times a week,” Bambang said.</p>
<p>Asked if TSA had a plan to audit Jakarta`s Soekarno-Hatta International Airport, Bambang said there was no such plan. However, Soekarno-Hatta International Airport was routinely audited by the International Civil Aviation Organization (ICAO) and this body had recently stated the airport was meeting international aviation security standards.</p>
<p>Bambang said PT Angkasa Pura-I had a great concern over the improvement of security and safety at all airports in Indonesia, and continued to abide by international aviation procedures and codes of ethics. (*)</p>
<p><!-- google_ad_section_end --></p>
<p class="cprt">COPYRIGHT © 2008</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.1ndonesia.info/2008/08/tsa-declared-bali-international-airport-safe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tourist arrivals up in Indonesia in the first six months of 2008</title>
		<link>http://www.1ndonesia.info/2008/08/tourist-arrivals-up-in-indonesia-in-the-first-six-months-of-2008/</link>
		<comments>http://www.1ndonesia.info/2008/08/tourist-arrivals-up-in-indonesia-in-the-first-six-months-of-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 01:37:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sector]]></category>
		<category><![CDATA[Tourism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.1ndonesia.info/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Asia-Pacific News
By DPA
Aug 1, 2008, 10:14 GMT
Jakarta &#8211; The number of foreign tourists that visited Indonesia in the first half of 2008 rose 11.66 per cent to 2.9 million compared with the same period last year, a senior official said Friday.
Rusman Hermawan, chief of the country’s Central Bureau of Statistics, said the number of foreign [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.monstersandcritics.com/news/asiapacific/news/article_1420843.php/Tourist_arrivals_up_in_Indonesia_in_the_first_six_months_of_2008"><span class="arthead">Asia-Pacific News</span></a><br />
By DPA<br />
Aug 1, 2008, 10:14 GMT<br />
Jakarta &#8211; The number of foreign tourists that visited Indonesia in the first half of 2008 rose 11.66 per cent to 2.9 million compared with the same period last year, a senior official said Friday.</p>
<p>Rusman Hermawan, chief of the country’s Central Bureau of Statistics, said the number of foreign tourist arrivals in Indonesia in June stood at 529,100, or an increase by 3.95 per cent over the previous month and an increase of 6.22 per cent over the same month last year when 498,100 tourists visited the country.<span id="more-121"></span></p>
<p>Indonesia has targeted 7 million foreign visitors this year, owing to the 15-million-dollar Visit Indonesia Year 2008 programme launched late last year, and expected to earn up to 6.4 billion dollars in foreign exchange.</p>
<p>Government officials earlier predicted that the number of tourist arrivals in the second half will exceed the January-June figures.</p>
<p>In the last few years Indonesia’s tourism sector has been hard hit by a string of terrorist attacks, earthquakes, tsunamis and bird flu outbreaks. Domestic sectarian violence has also damaged the country’s reputation as a safe destination.</p>
<p>In an attempt to help boost the declining numbers of foreign visitors to the country Indonesia has extended it’s list of countries that receive visas-on-arrival.</p>
<p><img src="http://www.monstersandcritics.com/global/img/copyright_notice.gif" alt="" /></p>
<p>© Copyright 2007 by <a href="http://www.monstersandcritics.com/">monstersandcritics.com</a>.<br />
This notice cannot be removed without permission.</p>
<p>PDF Version of the original website is available &gt;&gt;&gt; <a href="http://tourism-indonesia.net/wp-content/uploads/2008/08/tourist-arrivals-up-in-indonesia.pdf">tourist-arrivals-up-in-indonesia</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.1ndonesia.info/2008/08/tourist-arrivals-up-in-indonesia-in-the-first-six-months-of-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mehr Deutsche Urlauber entdecken Indonesien</title>
		<link>http://www.1ndonesia.info/2008/07/mehr-deutsche-urlauber-entdecken-indonesien/</link>
		<comments>http://www.1ndonesia.info/2008/07/mehr-deutsche-urlauber-entdecken-indonesien/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 23:22:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Deutsch]]></category>
		<category><![CDATA[Sector]]></category>
		<category><![CDATA[Tourism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.1ndonesia.info/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Der Positivtrend bei den Touristenzahlen in Indonesien setzt sich fort. Im Mai stieg die Zahl der Urlauber nach Angaben des indonesischen Amts für Statistik auf 512 710 und damit um insgesamt 13,78 Prozent im Vergleich zu Mai 2007. In den Monaten Januar bis Mai erhöhte sich die Zahl der Touristen um 12,94 Prozent im Vergleich [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Der Positivtrend bei den Touristenzahlen in Indonesien setzt sich fort. Im Mai stieg die Zahl der Urlauber nach Angaben des indonesischen Amts für Statistik auf 512 710 und damit um insgesamt 13,78 Prozent im Vergleich zu Mai 2007. In den Monaten Januar bis Mai erhöhte sich die Zahl der Touristen um 12,94 Prozent im Vergleich zum selben Zeitraum des Vorjahres. <span id="more-16"></span></p>
<p>Überdurchschnittlich stieg dabei die Zahl der deutschen Urlauber. 45 438 deutsche Touristen und damit 23,27 Prozent mehr als im Mai 2007 kamen im Mai dieses Jahres nach Indonesien. Am drastischsten wuchs die Zahl der Touristen aus China: Mit 118 004 Besuchern waren es 75,34 Prozent mehr als im Mai vergangenen Jahres.</p>
<p>Besonders die folgenden Ziele steigerten im Mai ihre Beliebtheit bei internationalen Touristen: Minangkabau (+ 32,8 Prozent), Jakarta (Einreisen über den Flughafen Soekarno-Hatta + 31,23 Prozent) und Bali (Einreisen über den Flughafen Ngurah Rai + 23,72 Prozent).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.1ndonesia.info/2008/07/mehr-deutsche-urlauber-entdecken-indonesien/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
